Mengapa DIMETIL Dibangun Seperti Ini
Alasan di balik keputusan yang paling sering dipertanyakan — agar dapat dinilai, bukan sekadar diikuti.
Isi halaman ini
- Mengapa basis datanya Spreadsheet, bukan SQL
- Mengapa dokumen resmi berbentuk Word, bukan PDF
- Mengapa juara ditentukan nilai post-test
- Mengapa halaman publik tak memuat nama pelaku usaha
- Mengapa pesan gagal masuk dibuat samar
- Mengapa data kegiatan dikecualikan dari IPM
- Mengapa panduan ini dapat disunting dari aplikasi
- Mengapa nol rupiah dipertahankan
Halaman ini menjelaskan alasan, bukan cara. Berguna bagi yang hendak mereplikasi, menilai, atau melanjutkan pengembangan aplikasi ini.
Mengapa basis datanya Spreadsheet, bukan SQL
Pertanyaan yang paling sering muncul, dan jawabannya bukan "karena praktis".
Kendala mengikat: nol rupiah. Basis data terkelola menuntut biaya bulanan yang tidak tersedia pada anggaran unit.
Alasan kedua yang sama pentingnya: petugas sudah terbiasa bekerja dengan Spreadsheet. Mereka membukanya langsung untuk memeriksa, mengoreksi, dan merekap. Memindahkannya ke basis data SQL berarti memutus kebiasaan kerja yang sudah berjalan, dan menambah ketergantungan kepada satu orang yang paham perkakasnya.
Harganya jelas dan diterima sadar: batas kuota pembacaan, tidak ada penguncian saat dua orang menyunting bersamaan, dan tulisan yang harus dilakukan per sel agar tidak merusak kolom berumus.
Mengapa dokumen resmi berbentuk Word, bukan PDF
Dokumen yang masih akan disunting sebelum ditandatangani diberikan sebagai
.docx: konsep SKHP, berita acara, laporan pengaduan, laporan kegiatan, dan
contoh surat permohonan.
Instansi hampir selalu menambah paraf, menyesuaikan kalimat, atau menempelkan dokumentasi. PDF menutup pintu itu dan memaksa petugas mencari alat konversi.
Yang tidak boleh berubah tetap PDF — SKHP yang sudah ditandatangani, dan laporan yang sudah diarsipkan.
Pengecualiannya e-piagam: dibuat sebagai PDF karena diunduh peserta lewat
ponsel. Mengirim .docx kepada siswa berarti memaksa mereka mencari aplikasi
pengolah kata.
Mengapa juara ditentukan nilai post-test
Bukan N-Gain, walau N-Gain-lah yang mengukur peningkatan. Tiga alasan:
- Dapat dicurangi — sengaja menjawab asal saat pre-test memperbesar N-Gain
- Menghukum yang sudah paham — peserta bernilai awal tinggi punya ruang naik yang sempit
- Tumpul di puncak — bila semua post-test 100, N-Gain semuanya 1,0 dan juara tak dapat dibedakan
Nilai post-test menjawab pertanyaan yang memang ingin dicapai kegiatan: siapa paling paham di akhir. Peningkatan tetap dihargai lewat kategori terpisah.
Pemecah serinya durasi, bukan N-Gain — bila N-Gain jadi pemecah seri, pemenang di antara nilai yang sama adalah yang pre-test-nya paling rendah, persis celah yang ingin ditutup.
Mengapa halaman publik tak memuat nama pelaku usaha
Statistik publik menyajikan angka agregat tanpa identitas siapa pun.
UU 14/2008 mengecualikan informasi yang dapat merugikan persaingan usaha sehat dan data pribadi. Mengumumkan "Toko X — timbangan BATAL" masuk wilayah itu; "Pasar Y: 42 alat, 88% sah" tidak.
Penindakan hasil BATAL ditempuh lewat jalur pengawasan, bukan lewat pengumuman di situs. Publikasi nama baru layak bila ada dasar hukum tersendiri — dan itu keputusan kebijakan, bukan keputusan teknis.
Mengapa pesan gagal masuk dibuat samar
Halaman masuk menjawab "E-mail atau kata sandi salah" tanpa menyebut mana yang keliru — walau menyebutkannya akan lebih membantu.
Alasannya: membedakannya mengubah halaman masuk menjadi alat penyisir akun. Penyerang dapat menguji ribuan alamat untuk mengetahui siapa saja yang terdaftar, lalu memusatkan serangan pada akun yang terbukti ada.
Prinsip yang sama membuat halaman lupa-sandi selalu menjawab "bila terdaftar, tautan sudah dikirim".
Mengapa data kegiatan dikecualikan dari IPM
Peserta sosialisasi bukan sampel acak masyarakat. Pre-test diambil sebelum mereka diberi materi — menarik indeks turun; post-test tepat sesudahnya — menarik naik.
Memasukkannya membelokkan indeks ke dua arah sekaligus, sehingga IPM tak lagi menggambarkan pemahaman masyarakat umum. Capaian kegiatan tetap dilaporkan, hanya lewat laporan tersendiri.
Mengapa panduan ini dapat disunting dari aplikasi
Panduan yang hanya dapat diubah lewat kode program akan berhenti diperbarui begitu orang yang menguasainya berhalangan. Dokumentasi yang keliru lebih berbahaya daripada tidak ada.
Naskahnya tetap disimpan sebagai berkas di kode program agar UML lain yang menyalin aplikasi ini langsung memperoleh seluruh panduannya — bukan portal kosong. Setelah dipasang, naskahnya menjadi milik instansi itu dan dapat mereka sunting sendiri.
Mengapa nol rupiah dipertahankan
Bukan sekadar berhemat. Aplikasi yang menuntut biaya bulanan akan mati ketika anggarannya tidak turun — dan pelayanan publik tidak boleh bergantung pada hal itu.
Batasan itu pula yang membuat DIMETIL dapat direplikasi UML mana pun tanpa mensyaratkan anggaran khusus lebih dulu.
